Thursday, July 30, 2020

Cara Menanam Terong Ungu Hingga Panen

Terong ungu yang memiliki nama latin Solanum melingena merupakan suatu jenis tanaman yang diketahui berasal dari kawasan India dan Sri Lanka yang kemudian menyebar ke seluruh dunia, jenis terong yang satu ini bisa tumbuh dengan subur di negara-negara yang beriklim tropis seperti misalnya di Indonesia. Seperti yang telah Anda ketahui bahwa terong ungu termasuk jenis sayuran yang sangat populer untuk diolah menjadi berbagai masakan khas Nusantara yang memiliki rasa lezat sehingga disukai oleh banyak orang.

Sesuai dengan namanya, jenis terong yang satu ini memiliki warna kulit yang ungu sehingga membedakannya dari jenis terong yang lain. Terong ungu juga memiliki ciri khas yang lainnya seperti misalnya buahnya yang berbentuk bulat memanjang, memiliki batang tanaman yang berduri, serta bunganya yang berwarna putih hingga ungu.

Permintaan terhadap terong ungu yang tinggi di pasaran tentu akan bisa menjadi peluang bisnis yang menggiurkan untuk meraup keuntungan yang besar, pada ksempatan ini akan kami ulas cara menanam terong ungu hingga panen.

Cara Menanam Terong Ungu Hingga Panen


1. Memilih Bibit Terong Ungu

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum menanam terong ungu adalah memilih bibitnya terlebih dahulu. Untuk lebih praktisnya, saat ini Anda telah bisa mendapatkan bibit terong ungu di toko-toko pertanian. Namun tentu saja Anda harus memilih bibit yang berkualitas dengan beberapa ciri antara lain benih kondisinya bersih, ukuran benih seragam, serta benih sudah melewati proses istirahat.

2. Menyemai Terong Ungu

Sebelum benih ditanam ke lahan, tentu saja Anda harus menyemai benih yang telah Anda beli terlebih dahulu. Anda bisa melakukan penyemaian benih terong ungu dengan menggunakan pot atau polybag kecil yang telah diisi dengan tanah subur serta sekam dengan perbandingan 1:1. Anda harus menyiram benih dengan cara memercikkan air pada pagi dan sore hari hingga berkecambah.

3. Menanam Bibit Terong Ungu ke Media Tanam

Pada umumnya bibit terong ungu telah berkecambah dan tumbuh tunas setelah berusia satu bulan, bibit yang telah ditumbuhi 4 helai daun sudah bisa Anda pindahkan ke media tanam yang lebih besar yakni berupa polybag atau pot yang telah diisi dengan tanah, pupuk kandang, serta sekam dengan perbandingan 1:1:1. Anda bisa membuat lubang tanam di bagian tengah polybag sedalam 5 cm.

4. Merawat Tanaman Terong Ungu

Perlu Anda ketahui bahwa perawatan merupakan proses yang sangat penting dalam budidaya terong ungu. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam perawatan terong ungu, salah satunya adalah menyiram tanaman pada pagi dan sore hari. Anda juga harus membuang gulma yang ada di sekitar tanaman terong ungu, selain itu Anda bisa mengikatkan tanaman pada bambu yang berfungsi sebagai penyangga.

5. Memanen Terong Ungu

Panen adalah saat yang paling ditunggu oleh para petani terong ungu, perlu diketahui bahwa terong ungu telah bisa dipanen jika usianya telah menginjak 5 hingga 6 bulan setelah masa tanam. Anda bisa memanen terong pada pagi atau sore hari, proses pemanenan bisa Anda lakukan dengan memetik buah terong ungu secara langsung menggunakan tangan dan meletakkannya pada wadah yang telah disiapkan.

Bagi Anda yang memang tertarik untuk melakukan budidaya tanaman terong, Anda bisa mempraktekkan beberapa cara yang ada di atas.

0 comments:

Post a Comment